Musik Belanda Diisi dengan Darah Asli Indonesia

Webetrandas.com – Indonesia sudah merdeka, otomatis negara Belanda sebagai Penjajah harus angkat kaki dari negara yang diperjuangkan mati-matian oleh para pahlawan selama 3 abad. Banyak sudah orang Indonesia dan para orang-orang Belanda yang meninggalkan Indonesia. Kenapa kami kaitkan juga dengan orang Indonesia ? sebab mereka yang penduduk asli di negara ini pernah merasakan tidak nyaman akibat perubahan dari situasi politik yang begitu drastis menyebabkan mereka pindah ke negara lain. Negara Belanda juga sudah menjadi sebuah tempat penampungan besar yang ada di Eropa untuk periode atau tahun 1950 silam. 

Keturunan Indo Belanda atau memang keturunan Asli Indonesia kemudian lahir dan lahir di negeri Kincir Angin. Lantas saja mereka ini mengambil jalan hidup sangat amat beragam di negara perantauan tersebut. Ada yang asli keturunan Darah Ambon dan juga suka sekali memakai Rompi dengan tulisan satu darah bersama geng motornya. Ada juga yang masih berambisi untuk bisa menegakkan Republik Maluku Selatan. Ada juga yang bermain sepak bola hingga terkenal sebagai Musisi ternama di negara tersebut. 

Dari sumber yang kami dapati di Tirto.id, disini terdapat referensi atas Musik yang ada di Belanda ternyata diantaranya sudah diisi asli oleh Darah Indonesia. Bangga sekali karena Musisi ini bisa mengharumkan nama Indonesia karena hasil karya musiknya, namun cukup kecewa sebab lebih banyak orang Indonesia yang tidak mengetahui musisi ini dibanding mengetahuinya. Jadi sangat sayang sekali, karya anak Indonesia harus terkenal di tanah orang, lagi dan lagi !! 

Band Kane – Menciptakan Lagu Tanah Air Sudah Jauh 

Ini adalah Band Rock yang sudah cukup populer di negara Belanda. Eksistensi band ini dimulai pada tahun 1998 dan terakhir sudah merilis album pada tahun 2013. Bandnya terpengaruh dari U2 – Nirvana – Queen dan juga Pearl Jam. prestasinya cukup baik, sebab beberapa kali mendapatkan penghargaan platinum maupun gold. Lagu yang mereka ciptakan juga sering sekali berada di 3 besar tangga lagu pop di Belanda, bahkan pernah menduduki puncak dari tangga lagu pop tersebut. Vokalis yang dipimpin oleh Dinand Woesthoff ternyata memiliki darah Asli Indonesia. Dimana sang ayah ini adalah Indo asli atau campuran Indo Belanda. 

Di dalam salah satu acara, Ayahnya ini pernah tampil bareng dengan Andy Tielmans. Dimana si Andi ini menyanyikan lagu Rayuan Pulau Kelapa karya asli dari Ismail Marzuki. Sedikitnya dia senang mendendangkan pas lirik “ Olesio sayange rasa sayange….. “ disini kita juga bisa tahu bahwa Dinan ini bukan menjadi musisi satu-satunya yang memiliki darah asli Indonesia, sebab ada banyak musisi lainnya yang memiliki darah asli Indonesia juga. Kalau masalah popularitas, memang Kane cukup terpopuler namun masih kalah dengan Van Halen. Dimana dirinya lebih dulu besar pada tahun 1980 dan 1990. Kebetulan sekali dirinya ini bersaudara dengan Alex dan Eddie. Ayahnya yang bernama Jan Van Halen asli dari Swedia yang mana mendapatkan kontrak main musik di Hindia Belanda. Sedang Ibunya bernama Eugenia van Beers asalnya dari Indo Eropa. Lebih tepat asli orang Rangkasbitung. 

Musisi Daniel Sahuleka Asli Indonesia Terkenal di Belanda 

Untuk yang satu ini berbeda lagi dengan Van Halen yang tidak merintis karier serta terkenal di Belanda. Untuk Daniel sendiri sudah merintis karier tersebut bersamaan dengan dirinya bekerja sebagai buruh pabrik di negara Belanda. Musisi dengan lagu You Make My World so Colorful yang mana sudah rilis tahun 1976 dan lagu dengan judul Don’t Sleep Away the Night yang rilis pada tahun 1981 rupanya Daniel lahir di Rumah Sakit Elizabeth Bandung pada tanggal 6 Desember tahun 1950 silam. Dan pada saat itu, keluarga daniel juga pergi ke Belanda pada tahun yang sama. 

Walau Daniel ini sudah sangat sukses di negara Belanda, tetap bangga sebab Daniel masih ingat dengan negara asalnya Indonesia. Dirinya ini suka sekali datang dan bernyanyi di Indonesia. Pada saat Erupsi di tahun 2010, dirinya ikut menyumbangkan dana sebesar Rp. 33 Juta. dan Daniel ini termasuk sosok yang mengecam keras akan kerusuhan agama yang terjadi di Ambon. Dirinya tidak menginginkannya, karena memang sang ibu ini beragama Islam. Dari sini kita tahu juga, bahwa seberapa jauh jarak yang ada Daniel Sahuleka tetap mencintai tanah kelahirannya yakni Indonesia Raya. 

2 Pemuda Kelahiran Surabaya – Indonesia

Dua pemuda ini bernama Ludwig Lemans dan Ahmad Albar. Keduanya pernah rekaman dan mendapatkan sebuah tanggapan yang lumayan baik di negara Belanda. Ludwig Lemans ini sudah dikenal sebagai seorang Gitaris dan lahirnya di Surabaya pada tanggal 8 Juli tahun 1948. Untuk Ahmad Albar ini lahir di Surabaya juga namun pada tanggal 16 Juli tahun 1946 silam. Disini posisi Ludwig duluan yang pergi ke Belanda pada tahun 1958 dan menjadi seorang Gitaris. Kemudian untuk Ahmad Albar atau Iyek ke Belanda dimulai pada tahun 1960 an. 

Kedua pemuda ini sama-sama menekuni dunia Musik sebagai Anak Band. namun dalam hal ini justru Ahmad Albar dulu lah yang bergabung dengan Clover Leaf pada tahun 1967. Lagu mereka dengan judul Time Will Show tahun 1969 sudah dikenal oleh Publik Belanda. Ludwig pada akhirnya masuk di tahun  1970 sebagai seorang Gitaris Clover leaf. Band ini akhirnya berhasil untuk merekam adanya 9 lagu dan cukup populer sekali di Belanda. 

Dikabarkan juga Clover Leaf ini sudah bubar pada tahun 1972 silam, akibat adanya perbedaan visi bermusik dari setiap anggotanya. 3 personil band ini pun ternyata jauh lebih tertarik dengan musik pop. sementara itu dua personel berdarah Indonesia  yang bernama Ludwig dan Ahmad Albar atau Iyek ini jauh lebih tertarik dengan dunia Rock Progresive yang sudah berjaya pada tahun 1970  an. Mereka berdua lalu menjalani liburan ke Indonesia dan sudah membuat sebuah band yang belakangan ini menjadi raksasa dalam musik Rock Indonesia yakni Band Rock God Bless. Disini Ludwig akhirnya kembali lagi ke Belanda dan tinggalah Ahmad Albar di Indonesia sebagai seorang Vokalis Rock Legendaris d negara Indonesia. 

Tante Lien atau Wieteke ternyata Wolf Bersaudara dengan Anneke juga 

Hallo Bandoeng – Wieteke Van Dort – Bandoeng 1938 Vliegveld Andir –  Positive Music Attitude

Wieteke Van Dort ini lahirnya di Surabaya pada tanggal 16 Mei tahun 1943 yang terpaksa harus menetap di Belanda. Kondisi politik yang menyerang negara Indonesia pada tahun 1950 an sudah membuat orang Indo sepertinya tidak akan bisa pulang dengan tenang ke Indonesia yang dianggapnya sebagai tanah air kecintaan. Dirinya ini masih suka bernyanyi dalam bahasa Indonesia walau ayahnya sendiri pernah dimatikan dalam dunia bisnisnya oleh kebijakan politik Pemerintah masa Orde Lama. Karena Wieteke van Dort atau tante Lien ini rindu dengan Indonesia, sampai tibalah dirinya menciptakan lagu yang judul Indonesia banget si. Bagaimana tidak, judul lagu yang saya ketahui ini ada tentang Geef Mij Maar Nasi Goreng dan Hallo Bandoeng. 2 lagu ini memiliki judul yang Indonesia banget dengan makna yang mendalam. Selain terkenalnya sebagai musisi, disini Wieteke Van Dort juga terkenal sebagai seorang presenter dengan acaranya sendiri yang berjudul Late Lien Show. nah dari sinilah, nama panggungnya dia keseringan menjadi Tante Lien akibat dari acara show yang dibawakan olehnya populer pada masa itu.